PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KREDITUR DALAM PERJANJIAN UTANG PIUTANG SECARA LISAN BERDASARKAN ASAS KEPASTIAN DAN ITIKAD BAIK

MAYA ZULFANI, 12124066 (2025) PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KREDITUR DALAM PERJANJIAN UTANG PIUTANG SECARA LISAN BERDASARKAN ASAS KEPASTIAN DAN ITIKAD BAIK. Masters thesis, Universitas Narotama.

[img] Text (COVER)
cover - Maya Zulfani.pdf

Download (9MB)
[img] Text (BAB I)
bab i - Maya Zulfani.pdf

Download (4MB)
[img] Text (BAB II)
bab ii - Maya Zulfani.pdf

Download (4MB)
[img] Text (BAB III)
bab iii - Maya Zulfani.pdf

Download (4MB)
[img] Text (BAB IV)
bab iv - Maya Zulfani.pdf

Download (4MB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
daftar pustaka - Maya Zulfani.pdf

Download (4MB)

Abstract

Perjanjian pinjam meminjam uang secara lisan masih banyak terjadi di masyarakat Indonesia, terutama dalam lingkungan yang menjunjung tinggi nilai kekeluargaan dan kepercayaan. Namun, bentuk perjanjian ini seringkali menimbulkan persoalan hukum ketika terjadi wanprestasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keabsahan dan pembuktian perjanjian lisan dalam sistem hukum perdata Indonesia, serta mengkaji bentuk perlindungan hukum terhadap kreditur berdasarkan asas kepastian hukum dan asas itikad baik. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Berdasarkan Pasal 1320 dan 1338 KUH Perdata, perjanjian lisan diakui sah sepanjang memenuhi syarat sah perjanjian dan dilaksanakan dengan itikad baik. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembahasan mendalam mengenai relevansi asas konsensualisme, kebebasan berkontrak, serta kekuatan bukti tidak tertulis, seperti saksi dan bukti elektronik dalam pembuktian perjanjian lisan. Hasil kajian menunjukkan bahwa walaupun tidak berbentuk tertulis, perjanjian lisan tetap memiliki kekuatan hukum mengikat dan dapat dibuktikan di pengadilan melalui alat bukti sah menurut Pasal 1866 KUH Perdata dan UU ITE. Simpulan penelitian menyatakan bahwa kreditur tetap mendapat perlindungan hukum meskipun tidak ada perjanjian tertulis, asalkan unsur keabsahan terpenuhi. Oleh karena itu, disarankan agar kreditur tetap mendokumentasikan transaksi secara minimum melalui alat elektronik untuk memperkuat posisi hukumnya. Kata Kunci: Perjanjian Lisan, Perlindungan Hukum Kreditur, Asas Kepastian Hukum dan Itikad Baik

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Magister Hukum
Depositing User: Repository Administrator
Date Deposited: 07 Apr 2026 02:27
Last Modified: 07 Apr 2026 02:27
URI: http://repository.narotama.ac.id/id/eprint/2444

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year