Variesta Dewantari Anwar Putri, 12224027 (2026) AKTA PENGOSONGAN SEBAGAI PERLINDUNGAN HUKUM BAGI PEMBELI HAK ATAS TANAH DAN BANGUNAN. Masters thesis, UNIVERSITAS NAROTAMA.
|
Text (COVER)
cover - variesta.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB I)
bab I - variesta.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB II)
bab II - variesta.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) |
|
|
Text (BAB III)
bab III - variesta.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) |
|
|
Text (BAB IV)
bab IV - variesta.pdf Download (1MB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
daftar pustaka - variesta.pdf Download (1MB) |
Abstract
Dalam praktik jual beli hak atas tanah dan bangunan, kerap terjadi objek yang telah dialihkan secara yuridis belum dikosongkan oleh penjual, dan dalam upaya perlindungan pembeli hak atas tanah dan bangunan yang belum menguasai bangunan secara fisik, akta pengosongan ada sebagai bentuk perlindungan dan memberi kepastian hukum bagi pembeli agar mencegah timbulnya ketidak pastian dan potensi sengketa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kedudukan dan fungsi akta pengosongan sebagai bentuk perlindungan hukum bagi pembeli hak atas tanah dan bangunan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Pendekatan perundang-undangan dilakukan dengan menelaah ketentuan Pasal 1868 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Jabatan Notaris terkait kedudukan akta autentik. Sementara itu, pendekatan konseptual digunakan untuk mengkaji akta pengosongan sebagai perjanjian accessoir yang lahir dari perjanjian pokok jual beli berdasarkan asas kebebasan berkontrak dan asas pacta sunt servanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akta pengosongan merupakan perjanjian tambahan yang mengikat para pihak dan keberadaannya mengikuti perjanjian pokok. Sebagai akta autentik yang dibuat oleh pejabat yang berwenang, akta pengosongan memiliki kekuatan pembuktian sempurna dan memberikan kepastian hukum bagi pembeli. Dengan demikian, akta pengosongan berfungsi sebagai instrumen perlindungan hukum yang bersifat preventif guna menghindari potensi sengketa terkait penguasaan fisik objek jual beli dan juga perlindungan hukum yang bersifat represif yang memberikan perlingan bagi pembeli setelah mengajukan gugatan pada pengadilan. Kata Kunci: jual beli hak atas tanah, perjanjian pengosongan, akta pengosongan.
| Item Type: | Thesis (Masters) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan |
| Depositing User: | Repository Administrator |
| Date Deposited: | 23 Sep 2026 07:06 |
| Last Modified: | 23 Sep 2026 07:06 |
| URI: | http://repository.narotama.ac.id/id/eprint/2719 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
