Kesya Novita Angel, 02121050 (2025) PERTANGGUNG JAWABAN PIDANA TERHADAP PENGEMBANG INDIVIDU DALAM PENGGUNAAN ARTIFICEL INTELLEGENCE PADA KEJAHATAN SIBER. Undergraduate thesis, Universitas Narotama.
|
Text (COVER)
cover - Kesya Novita.pdf Download (6MB) |
|
|
Text (BAB I)
bab i - Kesya Novita.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (BAB II)
bab ii - Kesya Novita.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (BAB III)
bab iii - Kesya Novita.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (BAB IV)
bab iv - Kesya Novita.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
daftar pustaka - Kesya Novita.pdf Download (4MB) |
Abstract
Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat tidak hanya membawa manfaat dalam berbagai bidang kehidupan, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam ranah hukum pidana, khususnya ketika teknologi tersebut dimanfaatkan untuk melakukan tindak pidana siber. Dalam konteks ini, pengembang individu AI menempati posisi penting karena produk teknologi yang dihasilkan berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum apabila disalahgunakan. Penelitian ini berupaya menjawab dua permasalahan utama, yakni: pertama, batasan yang menjadikan pengembang AI dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas penyalahgunaan teknologi yang mereka kembangkan; dan kedua, urgensi pengaturan mengenai tanggung jawab pengembang AI dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dasar pertanggungjawaban pidana bagi pengembang AI harus didasarkan pada adanya unsur kesalahan (schuld), kemampuan pengembang dalam mengendalikan teknologi yang diciptakannya, serta kemungkinan kelalaian dalam mengantisipasi risiko penyalahgunaan. Namun, UU ITE saat ini belum mengatur secara tegas mengenai kedudukan pengembang AI sehingga menimbulkan kekosongan hukum yang berimplikasi pada lemahnya kepastian hukum. Oleh sebab itu, pengaturan eksplisit mengenai pertanggungjawaban pengembang AI dalam UU ITE menjadi suatu urgensi yang tidak dapat ditunda, guna menjamin perlindungan hukum, mencegah penyalahgunaan teknologi, serta menciptakan keseimbangan antara dorongan inovasi dan prinsip akuntabilitas pidana. Kata Kunci: Artificial Intelligence, Kejahatan Siber, Pengembang Individu, Pertanggungjawaban Pidana, UU ITE.
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository Administrator |
| Date Deposited: | 10 Mar 2026 03:50 |
| Last Modified: | 10 Mar 2026 03:50 |
| URI: | http://repository.narotama.ac.id/id/eprint/2400 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
