SURAT KUASA NOTARIIL SEBAGAI BENTUK KEHATI-HATIAN UNTUK KEABSAHAN AKTA AUTENTIK

DENNIA GRACIA ANGELICA, 12224015 (2026) SURAT KUASA NOTARIIL SEBAGAI BENTUK KEHATI-HATIAN UNTUK KEABSAHAN AKTA AUTENTIK. Masters thesis, Universitas Narotama.

[img] Text (COVER)
halaman judul - Dennia Gracia A.pdf

Download (5MB)
[img] Text (BAB I)
bab i - Dennia Gracia A.pdf

Download (4MB)
[img] Text (BAB II)
bab ii - Dennia Gracia A.pdf

Download (4MB)
[img] Text (BAB III)
bab iii - Dennia Gracia A.pdf

Download (4MB)
[img] Text (BAB IV)
bab iv - Dennia Gracia A.pdf

Download (4MB)
[img] Text (DAFTAR PUSTAKA DAN LAMPIRAN)
daftar pustaka - Dennia Gracia A.pdf

Download (4MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip kehati-hatian oleh Notaris dalam menyikapi penggunaan surat kuasa di bawah tangan sebagai dasar pembuatan akta autentik serta mengidentifikasi akibat hukum yang timbul dari penolakan tersebut. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada peran krusial akta autentik sebagai alat bukti sempurna yang memerlukan kepastian hukum tinggi, namun dalam praktiknya sering kali terhambat oleh keterbatasan kehadiran para pihak yang kemudian menggunakan kuasa di bawah tangan. Permasalahan utama yang dikaji adalah apakah penolakan pembuatan akta oleh Notaris atas dasar surat kuasa non-notariil merupakan implementasi dari prinsip kehati-hatian dan bagaimana implikasi hukumnya bagi para pihak maupun Notaris. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan kasus (case approach). Bahan hukum primer mencakup Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dan Undang-Undang Jabatan Notaris (UUJN), sementara bahan hukum sekunder diperoleh melalui studi pustaka terhadap jurnal dan buku hukum terkait . Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan Notaris terhadap surat kuasa di bawah tangan, khususnya untuk perbuatan hukum yang bersifat dispositif seperti pengalihan hak kebendaan, merupakan bentuk nyata dari implementasi Duty of Care (kewajiban kehati-hatian). Tindakan ini berfungsi menjaga rantai otentisitas (chain of authenticity) dan mencegah lahirnya akta yang cacat hukum akibat ketidakpastian identitas atau kehendak pemberi kuasa. Notaris yang melakukan penolakan atas dasar tersebut dilindungi secara hukum dan tidak dapat dijatuhi sanksi selama bertindak dengan itikad baik. Sebaliknya, penerimaan kuasa di bawah tangan tanpa verifikasi yang kuat berisiko menyeret Notaris ke dalam sanksi administratif, gugatan perdata (perbuatan melawan hukum), hingga tanggung jawab pidana jika terjadi pemalsuan. Penelitian ini menyarankan adanya amandemen Pasal 16 UUJN untuk mewajibkan penggunaan akta notariil pada perbuatan hukum tertentu serta penambahan pasal imunitas jabatan bagi Notaris dalam menegakkan prinsip kehati-hatian. Kata Kunci: Prinsip Kehati-hatian, Notaris, Akta Autentik, Surat Kuasa.

Item Type: Thesis (Masters)
Subjects: K Law > K Law (General)
Divisions: Fakultas Hukum > Magister Kenotariatan
Depositing User: Repository Administrator
Date Deposited: 12 May 2026 03:40
Last Modified: 12 May 2026 03:40
URI: http://repository.narotama.ac.id/id/eprint/2565

Actions (login required)

View Item View Item

Downloads

Downloads per month over past year