NISWATIN KHOIRIYAH, 02123072 (2025) PENYALAHGUNAAN KEADAAN (MISBRUIK VAN OMSTANDIGHEDEN) DALAM TRANSAKSI UTANG PIUTANG DI BAWAH TANGAN DI BALUT TRANSAKSI JUAL BELI MENGGUNAKAN PPJB DAN KUASA JUAL DI HADAPAN NOTARIS. Undergraduate thesis, UNIVERSITAS NAROTAMA.
|
Text (COVER)
cover - Niswatin.pdf Download (4MB) |
|
|
Text (BAB I)
bab I - Niswatin.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB II)
bab II - Niswatin.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB III)
bab III - Niswatin.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (BAB IV)
bab IV - Niswatin.pdf Download (2MB) |
|
|
Text (DAFTAR PUSTAKA)
daftar pustaka - Niswatin.pdf Download (2MB) |
Abstract
Judul : Penyalahgunaan Keadaan (Misbruik Van Omstandigheden) dalam Transaksi Utang Piutang di Bawah Tangan di Balut Transaksi Jual Beli Menggunakan PPJB dan Kuasa Jual di Hadapan Notaris Penulis : Niswatin Khoiriyah Pembimbing : Dr. Moh. Saleh, S.H., M.H. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya praktik utang piutang yang dikemas dalam bentuk jual beli menggunakan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) dan surat kuasa jual di hadapan notaris. Meskipun secara formal perjanjian tersebut berbentuk jual beli, namun substansi hukumnya menunjukkan adanya relasi kreditur-debitur yang disamarkan, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai keabsahan perjanjian dan potensi penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden) terhadap pihak yang berada dalam posisi lemah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis apakah doktrin misbruik van omstandigheden diakui dalam sistem hukum Indonesia dan bagaimana perbandingan antara praktik utang piutang yang dikemas melalui PPJB dan perjanjian jual beli dengan hak membeli kembali. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus, seperti studi kasus pada Putusan Pengadilan Negeri Bale Bandung Nomor 247/Pdt.G/2017/PN BLB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa doktrin misbruik van omstandigheden belum diatur secara eksplisit dalam KUHPerdata, namun keberadaannya telah diakui melalui yurisprudensi Mahkamah Agung dan praktik peradilan sebagai bagian dari penemuan hukum (rechtsvinding). Doktrin ini digunakan sebagai dasar untuk membatalkan perjanjian yang dibuat dalam kondisi ketidakseimbangan posisi tawar. Selain itu, perbandingan antara utang piutang yang dikemas dengan PPJB dan jual beli dengan hak membeli kembali menunjukkan bahwa keduanya dinilai sebagai perjanjian hutang-piutang yang terselubung (semu). Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) merupakan bentuk perjanjian pendahuluan dalam hukum perdata Indonesia yang digunakan sebagai komitmen awal antara para pihak untuk melaksanakan perjanjian jual beli di kemudian hari, dan setelah syarat-syarat terpenuhi dapat dilakukan tanda tangan akta jual beli dihadapan PPAT. Utang piutang yang di kemas dalam bentuk PPJB dan kuasa jual mutlak sebagai sarana pengalihan hak apabila kreditur wanprestasi telah dikualifikasikan sebagai penyalahgunaan keadaan (misbruik van omstandigheden). Adapun Jual beli dengan hak membeli kembali bertentangan dengan prinsip hukum tanah nasional / UUPA, serta dianggap sebagai penyelundupan hukum Oleh sebab itu, perjanjian jual beli tanah dengan hak membeli kembali dapat di batalkan. Penelitian ini menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi para pihak dan kehati-hatian dalam penggunaan instrumen perjanjian dalam transaksi utang piutang. Kata Kunci : Utang Piutang, PPJB, Misbruik Van Omstandigheden, Jual Beli dengan Hak Membeli Kembali
| Item Type: | Thesis (Undergraduate) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Fakultas Hukum > Ilmu Hukum |
| Depositing User: | Repository Administrator |
| Date Deposited: | 13 May 2026 08:19 |
| Last Modified: | 13 May 2026 08:19 |
| URI: | http://repository.narotama.ac.id/id/eprint/2604 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
Downloads
Downloads per month over past year
